Senin, 26 Oktober 2009

PTK Matematika

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK )

I. Judul.

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Penyederhanaan Bentuk Aljabar. Dengan menggunakan Metode Coopeative Learning Numbered Head Together (NHT) di Kelas VII MTS.S Utama Ciamis.

II. Latar Belakang
Dalam pelaksanaan mengajar di sekolah, guru mempunyai peranan yang sangat besar demi tercapainya proses belajar yang baik. Sehubungan dengan peranan ini, seorang guru ditruntut harus mempunyai kompetensi yang memadai dalam hal pengajaran di sekolah. Kurangnya kompetensi ghuru maka dapat menyebabkan pelaksanaan mengajar menjadi kurang lancer yang mengakibatkan pada siswa tidak senagan pealajaran sehingga siswa dapat mengalamai berbagaai kesulitan belajar dan pada akhirnya hasil belajar menurun.
Salah satu tugas guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah adalah menciptakan suasana belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk senantiasa belajar denagan baik dan bersemangat., sebab dengan iklim belajar mengajar seperti ini akan berdampak positif dalam pencapaian hasil belajar yang optimal. Untuk itu, sebaiknya guiru mempunyai kemampuan dalam memilih sekaligus menggunakan metode yang tepat. Sebagaimana kita ketahui bahwa metode mengajar merupakan sarana interaksi guru dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan metode mengajar yang tidak sesuai dengan materi yang diajarkan mempunyai kecenderungan hasil belajar siswa kurang optimal, seperti yang dialami siswa MTS.S Utama ciamis, rata-rata hasil ulangan umum semester ! belum mencapai standar yang diharapkan. Dengan kondisi hasil belajarr yang dinilai masih rendah, maka diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkannya. Salah satu langkah yang dialakukan adalah dengan mencoba menerapkan model Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT). Dari hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, diantaranya Slavin (1986) dalam Ibrahim (2000:16) bahwa dari hasil penelitianyang dilakukan tentang pengaruh pembelajaran kooperatif terahadap hasil belajar diperoleh 37 penelitian menunjukan kelas kooperatif lebih tinggi dibandingkan denagn kelas control dan 8 penelitian menunjukan tidak ada perbedaan. Sehubungan dengasn hal tersebut di atas, maka dalam penelitian ini penulis terarik untuk melakukan penelitian tentang “Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Penyederhanaan Bentuk Aljabar Dengan Menggunakan Cooperative Learning Type Numbered Head Together (NHT) “ di kelas VII Mts.s Utama Ciamais.

III. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan tersebut di atas, maka dirumusakan permasalahan penelitian sebagai berikut :
1. Adakah peningkatan hasil belajar siswa dengan model pembealajara kooperatif tipe Numbered head together (NHT) pada pokok bahasan penyederhanaan bentuk aljabar ?.
2. Bagaimana respon siswa kealas VII/9 MTS.S Utama Ciamis terhadap pembelajaran konsep penyederhanaan bentuk aljabar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered head together (NHT) ?.


IV. Pemecahan Masalah.
Guru selalu dituntut untuk menggunakan metode atau pendekatan yang efektif dalam proses belajar mengajar karena dapat menunjang daya serap materi yang diajarkan. Alasan lain adalah bahwa guru manghadapi siswa dengan tingkah laku, tingkat kescerdasan dan daya serap yang bervariasi.guru yanag ideal harus memahami hal tersebut sehingga dalam proses belajar mengajar, guru juga harus menerapkan metode yang bervariasi dan tidak monoton pada model pembelajaran tertentu. Disisi lain jika matematika disajikan guru melalui metode bereulang-ulang akan menimbulkan kejenuhana bagi siswa. Hal tersebut juga dapat menetralisir anggapan siswa bahwa matematika merupakan pelajaran yang rumit dan membosankan. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model Cooperatifve Learning tipe Numbered head Togethere (NHT). Yaitu model pembelajaran yang membagi jumlah siswa dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang di bentuk mempunyai tingkat keamampuan beragam ada yang pandai, sedang dan ada pula tingkat kemampuanya kurang. Setiap anggota kelompok diberi tanggung jawab untuk memecahkan masalah atau soal yang telah diberi sesuai dengan nomor-nomor yang telah ada. Anggota kelompok saling menjelaskan kepada sesame teman anggota kelompoknya, sehingga semua anggota kelompok mengetahuai jawaban dari semua soal yang diberikan. Selanjutnya, guru menyebut satu nomor para sisw dari tiap kelompok dan yang telah disebut nomornya harus menyiapkan jawabannya untuk seluruh kelas dan mempresentasekan di depan kelas. Dengan demikian, setiap siswa akan mempunyai tingkat kemampuan yang relative sama terhadap pelajaran matematika yang dipelajarinya dan pada gilirannya hasil yang diperoleh akan lebih baik.

V. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian
Sesuai denagan rumusan permasalahan sewbagaimana tersebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa dengan metode kooperatif tife Numbered head Together (NHT) dalam mengajarkan pokok bahasan penyederhanaan bentuk aljabar. Adakah peningkatan hasil belajar siswa deangan model pembelajaran.
2. Mengetahui respon siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Hear Together NHT) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan penyederhanaan bentuk aljabar.

A. Manfaat Penelitian
1. Bagi sekolah.
Sebagai bahan masukan bagi sekolah yang dijadikan objek penelitian ini dalam upaya peningkatan mutu dan kemampuan siswa dalam bidang studi matematika.
2. Bagi Guru
Dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, sehingga pada pembealajaran berikutnya guru dapat memillih model atau metode mengajar yang lebih tepat.
3. Bagi siswa
Dapat membantu dan mempermudah siswa dalam memahami materi-materi matematika, serta mempererat kerja sama antar siswa karena model pembelajaran kooperatif menekankan kerja sama dalam kelompok.
4. Bagi penelitian selanjutnya
Sebagai gahan acuan bagi peneliti selanjutnya yang mengangkat topik penelitian yang relevan dengan penelitian ini.

VI. KAJIAN PUSTAKA
Hasil Belajar Matematika
Dalam proses belajar mengajar akan di peroleh suatu hasil yang disebut hasil belajar atau prestasi belajar yang maksimal, maka proses berlajar mengajar harus dilakukan secara sadar dan sengaja serta terorganisasi secara baik. Prestasi belajar merupakan suatu indikator dari perubahan yang terjadi pada diri sisw2a setelah mengalami proses belajar. Untuk mengungkapkan prestasi belajar siswa ini, maka digunakan satu alat penilaian yang disebut tes prestasi pelajar. Menurut Mappa (1978:2) bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai siswa dalam bidang studi tertentu yang menggunakan tes standar sebagai alat ukur keberhasilan belajar. Jadi, keberhasilan belajar seorang siswa dalam menempuh proses mengajar dapat juaga dilihat dari hasil penilaian yang dilakukan oleh guru. Winkel (1984:161) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti dari usaha yang dilakukan seorang siswa sehubungan dengan apa yang telah dipelajarinya.Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa merupakan bukti Utama dari proses belajar karena di dalamnya akan menampilkan suatu perubahan tingkah laku sebagai cermin nyata dari kegiatan belajar.
Prestasi belajar menurut Poerwadarminta (1976:766) adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dilakukan atau dikerjakan. Seorang siswa yang belajar matematika, berarti bahwa siswa tersebut telah melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan, yaitu belajar matematika dan hasil dari pekerjaan itu disebut prestasi belajar matematika. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk mencapai suatau prestasi harus melalui proses yang dikenal denagan belajar. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika adalah tingkat keberhasialan siswa dalam menguasai bahan pelajaran matematika setelah memperoleh pengalaman belajar matemaaaatika dalam suatu weaktu tertentu.

Pemahaman hasil belajar siswa dari setaiap guru memiliki pandangan yang berbeda-beda sejalan dengan Filosofinya. Namun, untuk Menyamakan persepsi menurut Usman (1993:7) sebaiknya berpedoman pada kurikulum yang berlaku yang telah disempurnakan antara lain bahwa suatu proses belajar dan suatu bahan pengajaran dinyatakan efektif apabila Tujun Intruksional Khusus (TIK0 tercapai. Ekosusilo dan Kasihadi dalam Sani (1996:6) mengemukakan definisi Efektifitas yaitu suatu keadaan yang menunjukan seberapa jauh yang telah direncanakan dapat tercapai. Dengan demikian , Selanjutnya konsep keefektifan pengajaran yang dikemikakan para ahli, Meeth mengaitkkan efektifitas dengan pencapaian sasaran. Cown menyebutkan efektifitas sebagai hasil nyata denagan hasil ideal, sedangkan Fincher mengartikjan sebagai suatu evaluasi terhadap proses yang telah menghasilhkan suatu keluaran yang dapat diamaati (sani,1996:7), Definisi efektifitas juga dikemuikakan oleh Saliman sebagai suatu tahapan untuk mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan, sedangkan dalam www.smpn 1 bantul,net dikatakan bahwa efektifitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana tujuan (kualitas, kuantitas dan waktu) telah tercapai. Dalam bentuk persamaan, efektifitas sama dengan hasil nyata sebagai hasil yang diharapkan. Berdasarakan pendaspat di atas, maka sehubungan dengan penelitian ini, dikatakan efektif apabila rata-rata hasil berlajar siswa setelah diajar dengan metode Cooperstive Learning tipe Numbered head together (NHT)) lebih tinggi dari pada rata-rata hasil belajaar sebelum pembelajaran.


B. Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together (NHT)

Model Cooperatiove Learning merupakan model pembelajaran yang memprioritaskan pada kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebenarnya, pembelajaran kooperatif merupakan ide lama. Sejak awal abad pertama, seorang filosof berpendapat bahwa dalam mengajar seseorang harus memiliki pasangan /teman (Ibrahim, 2000:12). Model pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa pendekatan yang salah satu diantaranya adalah Pendekatan Sturktural (2000:20) membagi pendeakatan struktural kedalam dua tipe think-pair-share (berpikir-berpasangan –berbagi) dan Numbered Heda Together lebih menekankan pada stuktur-struktur khusus ysng dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi siswa. Think-pair-share dan Numbered Head Together adalah struktur yang dapat digunakan untuk meningkatkan penguasaan akademik siswa (Nurhadii, 2003:65). Peranan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merujuk pada konsep Kagen dalam Ibrahim (2000) dengan tiga langkah yaitu ;1). Pembentukan kelompok; 2) diskusimasalah; dan 3) tukar jawaban antara kelompok. Model Pembelajaran kooperatif tife Numbered head together (NHT) merupakan salah satu pembelajaran ini dikembangkan pertama kalinya oleh Spencer Kagen dalam Ibrahim (2000) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran dan mengecek pemahaman mereka mengenai isi pelajaran tersebut (Ibrahim,2000;28). Nurhadi (2003:66) mengemukakan langkah-langkah model pembelajaran tipe Numbered Head Together (NHT) sebagai pengganti Pertanyaan seluruh kelas. Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkanmenjadi enam langkah sesuai denagan kebutuhan penelitian ini,enam langkah tersebut adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Persiapan. Dalam tahap ini guru mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai denagan model pembealajaran kooperatif tife Nunbered Head Together (NHT). Langkah 2: Pembentukan Kelompok. Dalam pembentukan kelompok,disesuaikan dengan model Cooperafive Learning tipe Numbered head Together (NHT).yaitu guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan 4 orang dan memberi mereka nomor sehingga tiap siswa dalam kelompok tersebut memiliki nomor berbeda. Kelompok-kelompok ini terdiri dari siswa yang memiliki kemampiuan tinggi,sedang ,rendah. Selain itu, dipertimbangkan kriteria heterogenitas lainnya seperti jenis kelamin dan ras. Dalam penelitia ini menggunakan nilai tes awal untuk dijadika dasar dalam menentukan masing-masing kelompok. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru memperkenalkan keterampilan kooperatif dan menjelasakan tiga uruta dasar pembelajaran kooperatif, yaitu: 1) tetap berada dalam kelas: 2) mengajukan pertanyaan dalam kelompok sebelum melompok sebelum sebelum mengajukan pertanyaan pada guru; dan 3)memberikan umpan balik terhaadap ide-ide serta menghindari saling mengkritik sesama siswa dalam kelompok.Langkah 3: Diskusi Masalah. Dalam kerja kelompok,guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelaji. Dalam kerja kelompok, setiap siswa berpikir bersama untuk mengembangkan dan meyakini bahwa setiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi dari yang bersifat spesifik sampai yang bersipat umum. Langkah 4: Memanggil Nomor Anggota. Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor para siswa dari tiap pihak kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas. Kemudian mempresentasekan di depan kelas, siswa dari kelompok lain menanggapi. Langkah 5; Memberi Kesimpulan. Dalam tahap ini, guru memberikan kesimpulan atau jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.Langkah 6: Memberikan Penghargaan.Pada tahap ini, guru memberikan penghargaan berupa kata-kata pujian, tepuk tangan dan nilai yang lebih tinggi kepada kelompok yang hasil belajarnya lebih baik.
Tujuan Utama penerapan Cooperative learning dalam kegiatan mengajar adalah:1) hasil belajar,2)penerimaan terhadap keragaman, dan 3) pengembangan model social. Langkah-langkah tindakan guru dalam model cooperative learning sebagai mana tersebut di bawah ini:


Fase
Tingkah Laku Guru
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan memotifasi
siswa
Guru menyampaikan semua tujuan
Pembelajaran yang ingin dicapai pada
Pelajaran tersebut dan memotifasi siswa
belajar
Fase 2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi atau lewat bahan
bacaan
Fase 3
Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar
Guru menjelaskan kepada siswa
Bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok
Agar melakukan transisi secara efesien.
Fase 4
Membimbing kelompok bekerja dan
belajar
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas-tugas mereka.

Fase 5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang
Materi yang telah diajarkan atau masing-
Masing kelompok mempresentasekan hasil
kerjanya
Fase 6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu
Dan kelompok

C. Karateristik dan Prinsip Cooperative Learning
Menurut Ibrahim (2000:6) pembelajaran yang menggunakan model kooperatif memiliki karateristik sebagai berikut :
1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.
2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah
3. Bilamana mungkin anggota kelompok berasal dari res, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda dan
4. {enghargaan lebih berorientasi pada kelompok ketimbang individu.


D. Keunggulan Caooperative Learning.
Keunggulan pembelajaran kooperatif atas pembelajaran konvensional dengan melalui hasilpenelitian meta-analisis yang dilakukan oleh Johnson (1984:91) adalah sebagai berikut :
1. Memudahklan siswa melakukan penyelesaian soal
2. Membangkitkan kegiatan belajar yang sejati.
3. mencegah terjadinya kenakalan dimasa remara.
4. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesame manusia.
5. Meningakatkan keyakinan terhadap ide atau gagasan sendiri.
6. Meningkatkan kesadaran menggunakan ide orang yang dirasakan lebih baik.
7. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa.
8. Menimbulkan perilaku rasional dimasa remaja.
9. Meningkatan kemampuan berpikir divergen atau kreatif.
10. meningkatkan sikap tenggang rasa.
11. meningkatkan model hidup bergotong royong.
12. meningkatkan hubungan positif antara siswa dengan guru dan personal sekolah..


E. Hipotesis :
Berdasarkan kajioan teori dan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, makahipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut

Ada peningkatan yang signifikan hasil belajar matematika siswa pada penyederhanaan bentuk aljabar denagan menggunakan metode cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT).


VI. Rencana penelitian
A. Ruang Lingkup

Penelitian ini berupa penelitian tindakan mata pelajaran Matematika sub pokok bahasan aljabar ( penyederhanaan bentuk aljabar ) deangan menggunakan metode pembelajaran cooperative learning yang dilakukan oleh tim peneliti yang terdiri dari para guru mata pelajaran Matematika di Kelas VII/A MTS.S Utama ciamis. Penelitian dilakukan terdiri dari 2 siklus, yaitu siklus pertama berupa pembelajaran dengan metode konvensional sederhana berupa ceramah , Tanya jawab, pemberian tugas. Diskusii dan test hasil belajar. Siklus kedua berupa pembelajaran menggunakan metode cooperative Learning. Selanjutnya hasil test kedua siklus tersebut dibandingkan , mana yang lebih tinggi.

B. Subjek Penelitian

Berdasarkan ruang lingkup penelitian tersebut, maka yang menjadi subjek penelitian ini adalah seuruh siswa kelas VII/A Mts.s Utama Ciamis.

C. Variabel yang diteliti
Sesuai dengan judul penelitian yang ttelah ditetapkan, maka variable dalam penelitian ini yaitu hasil belajar dan respon siswa terhadap mata pelajaran mateamatika.

D. Pengolahan data
Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode cooperative learning kemudian siswa diberikan test hasil belajar, hasilnya diolah dan dibandingkan dengan hasil test yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

E. Waktu dan Tempat
Penelitian ini akan dilaksanakan pada Bulan Februari Minggu ke III di kelas VII/A MTS.S Utama Ciamis.

F. Jadawal Penelitian
Tahap pelaksanaan kegiatan penelitian ini sebagaimana tersebut dalam table di bawah ini:

No
Kegiatan
Waktu
1.
Penyusunan proposal
Februri Minggu II
2.
Proses pembelajaran
Februari Minggu III
3.
Test Hasil Penelitian
Februari Minggu III
4.
Pengumpulan dan analisis data
Februari Minggu III
5.
Penyusunan laporan
Februari Minggu IV

G. Rencana Aanggaran
Biaya penelitian ini dibebankan pada peneliti dengan rincian sebagai berikut :

1. Foto copy naskah 100 lembar x Rp.200 ,- =Rp.200.000,-
2. Honorarium Tim Peneliti 3 Org xRp.100.000,- =Rp.300.000,-
3. Rental komputer =Rp.100.000,-
4. Penggandaan dan penjilidan laporan =Rp.200.000,-
5. Atk =Rp. 100.000,-
Jumlah Rp. 900.000,-



DAPTAR PUSTAKA



Arikunto,Suharsimi,2002.Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta Bumi Aksara.

Ibrahim,M.Dkk.2000.Pembelajaran Kooperatif.Surabaya ; Universitas Negri Surabaya.

Johnson,R.T.1998.Learning Together and Alone Cooperetive Comperetive and Individualistic Learning (4Thed). Boston allyn and Balon.

Mappa,S, 1998. Teori Belajar dan Implikasinya dalam Proses Belajar mengajar.Bandung: Tarsito.

Nurhadi,2004.Kurikululm2004 (Pertanyaan dan Jawaban),Jakarta:PT Grasindo.

Poerwadarminta,1976.Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:balai Pustaka.

Sani, Abdullah,dkk.1996.Efektitas Pemberian Tugas Menulis Terfokus dalam Pembelajaran Matematika siswa SMU.Makalah;IKIP Surabaya.

Sudjana,2002.Metode Statistuka. Bandung:Tarsito.

Usaman,Moh.Uzer.1993.Upaya Optimalisasi kegiatan Belajar Mengajar, Bandung;Remaja Rosdaharya.

Winkel,W.S.1984.Psikologij Pendidikan dan Evaluasi Belajar.Jakarta;Gramedia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar